Minggu, 15 Januari 2017

BUNSIK KOREAN STREET FOOD DI BOGOR

BUNSIK KOREAN STREET FOOD DI BOGOR

Makan, bagi anak muda itu ngga kenal batasan. Bisa di mana aja, kapan aja dan sama siapa aja. Tapi lebih okekalau dengan yang terkasihi, eeaaa.. nah, soal urusan makan, karena di mana aja, tetap aja kita punya kriteria. Yang enak, pasti. Yang murah meriah juga. Ada lagi, yang enak buat nongkrong kalau anak muda mah. Soal nongkrong, biasanya kafe-kafe baik konsep restoran maupun kafe tenda juga tak masalah. Kuliner kaki lima, juga bukan halangan, yang penting asyik buat nongkrong. Makanya, di Bogor kuliner kaki lima juga tak kalah menjamur.

Kuliner kaki lima merupakan favorit anak muda tak hanya di Indonesia. Di berbagai tempat, nongkrong sambil ditemani sahabat dan koneksi wifi yang kencang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Makan minumnya, yang simpel, bukan makan besar. Sekadar kopi, roti, atau mie, cukup banget. Di Asia, terutama, yang namanya nongkrong itu lebih enak di kaki lima, bukan di kafe besar yang mahal. Korea yang merupakan negara maju baru di Asia pun sama. Ngga hanya resto dan kafe berkelas, toh anak mudanya suka banget nongkrong di kaki lima sambil nge-mie dan nge-teh atau ngopi.


Lalu, apa jadinya kalau kuliner kaki lima Korea dibawa ke Indonesia? Hmm.. ada dua macam mungkin ya. Yang tetap jadi kaki lima, atau konsep restoran namun dengan menu kaki lima. Menu kaki lima alias Street Food itu seperti apa ya di Korea? Ya, minuman teh, mie hangat, kayaknya. Itu pula yang jadi konsep Bunsik Korean Street Food di Bogor.

Restoran Bunsik Korean Street Food di Bogor ini letaknya di dalam Mall loh. Tepatnya di Mall CCM alias Cibinong City Mall. Nah, di Mall ini, persisnya di Lantai tiga yang ada kuliner macam-macam, ada Bunsik salah satunya. Karena mengusung kaki lima, tampak tak kelihatan dari tampilannya yang prestise.

Ketika kita lihat menu-nya baru deh ketahuan kalau restoran ini usung konsep kaki lima. Menunya banyak Mie ternyata. Dan Mie Instan pula. Mie ala Korea alias Ramyun di tempat ini memang “berbahan dasar instant“. Pun juga teh Korea yang disajikan, dari sachet-an.

Jadi, walau tampilannya aduhai, dapurnya adalah masakan instant kaki lima di Korea. Kalau di kita mah, Indomie Telor Kornet biasanya. Di Korea, Ramyun kaki lima hehe.. Jadi, terserah kamu juga, karena walau street food, dengan masakan street food yang “instant”, tetap bisa menikmati citarasa negeri ginseng ini.

Ada Ramyeon/ Ramyun (Mie Ramen), Japagetti (Sup Kacang), Tteok Bok Ki (Nasgor), Bul Dak Myeon (Mie Pedas), Eo Muk (Sup Ikan), Bul Gogi dan Dak Galbi (Semacam teriyaki ayam dan sapi). Semua, dari produk “instant” ternyata sodara-sodara.

Apakah kalau kita membuat sendiri, akan sama tampilannya? Hmm.. bisa jadi beda. Contohnya, makan Indomie di warung kadang rasanya lebih enak dari masak di rumah kan? Hihi..

Daftar harga minuman Bunsik Korean street foods
Walau demikian, dari sisi harga, jadinya lumayan mahal kali ya kalau kita liat dalamnya dari sachet dan bungkusan Ramyun impor hehe. So, balik ke kita sendiri
Gim Bap super yummy!
Makan Gim Bap Bogor rasa di Korea, enak banget!
Ada juga kelebihannya. Kalau restoran Korea lokal, pasti bumbunya dan bahan-bahannya dari lokal. Dengan sachet,dan diimpor langsung dari Korea, maka menu yang ada 100% made in Korea lho. Kali ini, saya pesan dua menu, yaitu Gim Bap dan Ramyeon. Sedangkan minumnya, Teh Citrun Korea yang hanya Rp10.000 saja.

Hmm lumayan enak dan mengenyangkan. Jika kamu suka dengan makanan Korea dan mau nyobain beragam menu khas kaki lima di Korea sana, bisa jadikan tempat ini alternatif. Yuk ramai-ramai jajan ke Bunsik Korean Street Food!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar